Welcome to Blog Senirupa

Aliran Romantisme

Posted by : Posted on Monday, 15 September 2014 - 22:22 with 2 comments

Aliran Romantisme

Romantisisme atau Romantisme adalah gerakan seni rupa yang muncul pada akhir abad ke-18. Dalam Romantisme unsur emosi lebih diutamakan dari pada pikiran, tetapi seniman Romantis tidak hanya bekerja dalam satu gaya saja. Tidak seperti Neo-Klasikisme, yang dapat disebut sebagai gaya, Romantisisme lebih merupakan falsafah atau pandangan. Aliran ini mendorong orang untuk menghayati perasaan melalui penghayatan indera serta lebih mempercayai intuisi dari pada pikiran. Romantisisme muncul dalam beberapa gaya, tetapi seni lukis di Perancis khususnya menunjukkan ciri khas Neo-Baroq, yang merupakan pengaruh Rubens.

Pendirian akademi pada masa Neoklasikisme bertujuan untuk meneruskan dan mempertahankan tradisi klasik dan sekaligus sebagai pusat kegiatan seni istana. Gaya seni akademi ini selanjutnya diteruskan oleh seni Romantisisme, sehingga sangat wajar jika kedua gaya seni ini (Neoklasisisme dan Romantisisme) dinamakan seni akademisme. Hal ini menjadi ciri perkembangan seni Perancis di abad ke-18 dan ke-19.

Romantisisme berasal dari kata Perancis, roman (cerita), dan memang dalam gaya Romantisisme juga mencerminkan adanya pengaruh sastra roman Perancis. Terutama dalam melukiskan cerita-cerita tragedi yang dasyat, kejadian dramatis yang mencekam.

Romantisisme merupakan gerakan yang meneruskan Neoklasikisme tetapi sekaligus mereaksi dan menentang klasikisme. Pelopor gerakan Romantisisme adalah Theodore Gericault (1791-1824) dengan salah satu karyanya yang terkenal Rakit Medusa (1818). Sebagai kelanjutan, Romantisisme tetap merupakan gerakan seni yang lari dari kenyataan hidup, menggarap dunia yang ideal dan misterius dengan menggunakan teknik-teknik akademisme yang rasional.

Munculnya Aliran Romantisme adalah menentang aliran seni neoklasikisme yang sudah bertahan puluhan tahun di Perancis, Kaum Romantisme menentang Neoklasikisme dengan berbagai alasan, yaitu :
  1. Neoklasik terlalu rasional dalam berkarya;
  2. Neoklasik menampilkan tema-tema cerita klasik sebagai cermin kehidupan bangsawan;
  3. Neoklasik tidak menonjolkan peranan unsur pribadi.
Sedangkan kaum Romantisisme justru sebaliknya :
  1. Romantisisme berkarya melalui pendekatan emosional;
  2. Romantisisme lebih banyak menampilkan tema-tema kehidupan dunia misteri, cerita roman, tema yang eksotik (cerita dari negeri China, Islam, Afrika);
  3. Romantisisme menonjolkan peranan perasaan pribadi seniman, misalnya dalam segi komposisi yang dinamis (diagonal) dan unsur warna dengan gelap terang yang didramatisir.

Perbedaan dasar antara aliran Neoklasisisme dan aliran Romantisisme adalah:
  1. Orientasi seni Neoklasisisme pada seni klasik yang serba rasional, sedangkan Romantisisme pada dunia misteri yang baru yang terungkap dari cerita-cerita roman yang emosional dan imajinatif, cerita-cerita dari China, Islam, dan Afrika (eksotisme).
  2. Tema seni dalam Neoklasisisme bersumber pada cerita-cerita klasik yang mencerminkan kehidupan para bangsawan, sedangkan tema Romantisisme pada cerita roman dengan kejadian-kejadian yang dramatis mengharukan.
  3. Seni Neoklasisisme tidak menonjolkan peranan unsur peibadi, sedangkan Romantisisme justru menonjolkan perasaan pribadi (emosional).



Jika dikaji secara mendalam, karya seni Romantisisme memiliki ciri-ciri khasnya sebagai berikut:
  • Komposisi lukisan tidak statis, tetapi komposisi yang mengungkapkan kesan dramatik, misalnya dengan komposisi diagonal.
  • Unsur warna dan gelap terang ditonjolkan untuk mencapai kesan dramatiknya. Pelukis yang terkenal dengan menampilkan ciri-ciri tersebut ialah Delacroix (1798-1863). Jiwa Romantisnya tampak pada kebiasaan hidup berpetualang (bohemianisme), meskipun ia sukses dalam lingkungan salon. Ia pemuja pelukis Rubens dan Michelangelo (dari periode Renesan). Karya-karya Delacroix yang terkenal di antaranya ―Pembunuhan besar-besaran di Scio‖ (1824), Perburuan Senja, dan Perampokan Rebecca‖.
Pengaruh Romantisisme pernah dialami oleh pelopor seni lukis baru Indonesia yaitu Raden Saleh Syarif Bustaman yang memperoleh pengalaman seni Romantisisme di Eropa.

Tokoh Aliran Romantisme di Perancis

a. Theodore Gericault (1791-1824)

Theodore Gericault adalah salah satu tokoh pelukis Romantisme di Perancis. Ciri khas lukisan Gericault di antaranya komposisi yang dinamis, figur yang kaku seperti patung, dan pencahayaan yang dramatis. Gericault merupakan pengagum Michelangelo, David, serta seni lukis Baroq.
Salah satu karya Gericault adalah Raft of the Medusa (1818-1819) yang berukuran sangat besar, yaitu 4,97 x 7.16 m. Tema lukisan itu didasarkan pada peristiwa tenggelamnya kapal Perancis, La Medusa, di pantai Afrika pada tahun 1816. Di antara 150 orang penumpang di dalam kapal itu, hanya 15 orang yang selamat. Mereka membuat rakit dari puing-puing kapal itu dan terapung-apung di laut selama 13 hari.

Lukisan Theodore Gericault The Raft of The Medusa
Theodore Gericault, The Raft of the Medusa, Oil on Canvas, 491 cm × 716 cm (193.3 in × 282.3 in)
Dalam lukisan ini objek rakit dan figur-figur membentuk komposisi diagonal untuk menekankan kesan gerak. Unsur gelap-terang dibuat sangat kontras untuk menggugah perasaan. Untuk mencapai efek realisme yang begitu kuat, Gericault melakukan studi terhadap mayat-mayat di kamar mati. Dalam menggambarkan manusia telanjang, Gericault mendapat pengaruh dari Michelangelo.

b. Eugene Delacroix (1798-1863)

Eugene Delacroix mendapat pengaruh dari Gericault serta inspirasi dari Rubens. Berlawanan dengan Ingres, Delacroix mengutamakan warna dan goresan yang kuas sebagai ciri khas lukisannya yang penuh emosi. Beberapa karya Delacroix menjunjung nilai-nilai sesuai dengan isu-isu politik pada zamannya. Adegan seperti dalam The Masacre at Chios (1821-1824) mendorong simpati bangsa Yunani dalam perang kemerdekaan melawan Turki. Karya Delacroix Liberty Leading the People (1830) mendukung semangat Revolusi Perancis pada tahun 1830.

Lukisan Eugene Delacroix Liberty Leading the People
Eugene Delacroix, Liberty Leading the People, Oil on Canvas, 260 cm × 325 cm (102.4 in × 128.0 in)

Banyak karya Delacroix yang lain mendapat inspirasi dari karya sastra. Karya Delacroix Death of Sardanapalus (1827) didasarkan pada puisi karya Lord Byron. Puisi ini mengisahkan seorang raja Asiria yang memutuskan untuk bunuh diri dan menyuruh agar semua harta bendanya dimusnahkan, dari pada jatuh ke tangan musuh yang akan menyerbunya. Dari tempat tidur kematiannya Sardanapalus menyaksikan sendiri gundiknya dan kuda-kudanya dibunuh saat berjuang membela diri. Pelukis Romantis menyukai tema-tema yang mengandung sensualitas dan kejahatan. Ungkapan kekerasan yang mencolok ditekankan dengan pencahayaan yang dramatis, warna emotif, goresan kuas yang ekspresif, dan gerakan figur-figur yang membentuk komposisi diagonal.

Lukisan Eugene Delacroix Death of Sardanapalus
Eugene Delacroix, Death of Sardanapalus, Oil on Canvas, 392 cm × 496 cm (145 in × 195 in)

Tokoh Aliran Romantisme di Spanyol :

Francisco Goya (1746-1828)

Selain sebagi tokoh seni lukis Romantikisme, Francisco Goya juga tokoh seni grafis. Karya Goya mencerminkan gaya Baroq, dengan ciri-ciri pencahayaan dramatis, goresan kuas yang halus, dan komposisi yang menekankan kekuatan diagonal.
Francisco Goya bekerja pada raja Spanyol, tetapi ia penganut republikanisme. Goya mendukung penyerbuan tentara Napoleon ke Spanyol dan berharap Napoleon akan melakukan reformasi di negerinya. Namun, setelah Perancis menduduki Spanyol, harapan itu musnah, karena melihat kekejaman tentara Napoleon. Setelah Perancis berhasil dikalahkan, Goya mulai membuat serangkaian etsa berdasarkan pengamatannya tentang kekejaman tentara Napoleon.

Lukisan Francisco Goya The third of May 1808
Francisco Goya, The Third of May 1808, Oil on Canvas, 268 cm × 347 cm (106 in × 137 in)

Karya Goya The Third of May, 1808 (1814) merupakan peringatan tentang peristiwa hukuman mati terhadap orang-orang Spanyol, yang melakukan perlawanan terhadap tentara Perancis di Madrid. Goya melukiskan orang-orang itu dengan penuh kekuatan emosi, dengan mengolah unsur gelap-terang. Ia menggambarkan figur tentara Perancis seperti robot, mengarahkan senapannya pada tawanan yang tampak tidak bisa berkutik lagi. Di sini tidak terdapat kesan heroik pada orang-orang Spanyol itu, tetapi kengerian sebagai korban ketidakadilan.

Tokoh Aliran Romantisme di Inggris :

a. John Constable (1776-1837)

John Constable berangkat dari gaya naturalisme dan dikenal dengan lukisannya yang menggambarkan alam pedesaan Inggris. Constable menyukai objek alam dan mengamati sifat-sifat transiennya dengan teliti, seperti awan dan iklim yang berubah-ubah. Ia biasanya
melukis dalam ukuran kecil, sebagai studi yang dilakukan secara langsung di lapangan, yang kemudian dipindahkan dalam ukuran besar di studio.
Karya Constabel The Hay Wain (1821) menimbulkan rasa puitis yang mencerminkan kecintaannya terhadap pemandangan alam Inggris. Lukisan itu menampakan kesegaran alam, dengan cahaya matahari dan awan bergerak di atas sebuah desa. Di sini tampak adanya perpaduan antara gaya naturalisme dan Romantikisme.
Constable memperkenalkan teknik melukis dengan goresan kuas pendek-pendek dan warna yang terpisah-pisah, bukan bidang dengan sapuan warna campuran yang merata. Ia mengoleskan warna putih secara tebal, untuk mengesankan kilauan cahaya. Cara melukis ini dianggap sebagai antisipasi bagi munculnya Impresionisme di Perancis.

Lukisan John Constable, The Hay Wain
John Constable, The Hay Wain, Oil on Canvas, 130cm × 185cm (51.2 in × 72.8 in)

b. Joseph Mallord William Turner (1775-1851)

Joseph Mallord William Turner merupakan pelukis pemandangan alam Romantik, tetapi menunjukkan ciri-ciri yang jauh berbeda dengan Constable. Turner menggunakan pendekatan yang lebih transedental. Ia melukis gunung, laut, dan tempat-tempat yang ada kaitannya dengan sejarah, namun ia menterjemahkan objek-objek itu kedalam pernyataan-pernyataan puitis yang sering melenceng jauh dari sketsa-sketsa awalnya. Kadang-kadang karyanya tampak mendekati abstraksi total sebagai studi suasana cahaya dan warna. Oleh karena itu, karya Turner sering dianggap sebagai rintisan Impresionisme. Namun, pendiriannya lebih subjektif dan dekat dengan Romatikisme. Karya Turner misalnya Fishermen at Sea (1796).

Lukisan Joseph Mallord William Turner, Fishermen at Sea
Joseph Mallord William Turner, Fishermen at Sea 1796, Oil on Canvas, 914 mm x 1,222 mm (35.98 in x 48.11 in)

Tokoh Aliran Romantisme di Amerika :

Thomas Cole (1801-1848)

Thomas Cole adalah tokoh aliran Romantisme di Amerika. Cole memimpin kelompok pelukis Hudson River School. Lukisan Cole berupa panorama yang mengkombinasikan naturalisme dan idealisasi keagungan. Cole melakukan perjalanan ke hutan-hutan untuk merekam alam secara langsung melalui sketsa-sketsa, dan kemudian menyelesaikannya dalam bentuk lukisan di studio.
Dalam karyanya, The Oxbow (1836), Cole memperlihatkan gambaran visual tentang suatu tempat di tepi Sungai Conecticut. Dalam lukisan ini, awan tampak datang dari arah kiri komposisi dan memberikan kesan kesegaran.

Lukisan Thomas Cole, The Oxbow
Thomas Cole, The Oxbow 1836, Oil on Canvas, 130.8 cm × 193 cm (51 1⁄2 in × 76 in)

Disadur : Dari Berbagai sumber
senirupa

Ditulis Oleh : seni rupa | Title: Aliran Romantisme

2 comments:

  1. Terima kasih banyak kebetulan ada tugas sekolah ttg aliran ini ^.^

    ReplyDelete

Jika ada masalah, kami harap agar membaca dulu komentar yang masuk, barangkali aja masalah anda sudah kami jawab, sebab kami tidak akan menjawab lagi komentar dengan permasalahan yang sama... salam

Subscribe

Get update via Email
Masukkan email anda untuk mendapatkan posting terbaru lewat email, & jangan lupa klik link aktifasi di email anda supaya aktif
senirupa feedburner
 
Google Yahoo Bing Ask Lycos
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2012. SENI RUPA - All Rights Reserved
Bukan Sekedar Apa Yang Terlihat, Tapi Hayati Apa Yang Tersirat