Welcome to Blog Senirupa

SENI RUPA

Diposkan oleh : Posted on Jumat, 02 November 2012 - 12.42 with 2 comments

senirupa

Senirupa

Hampir semua kebutuhan hidup manusia tidak bisa dilepaskan dari senirupa. Benda-benda yang ada di sekitar kita, mulai pakaian, peralatan rumah tangga, alat transportasi, benda-benda hias, benda-benda pakai, dan yang lainnya termasuk hasil karya seni rupa. Semua benda tersebut dibuat untuk kepentingan manusia berdasarkan kegunaan masing-masing.
Tidak ada yang dapat memastikan kapan seni mulai dikenal manusia. Namun, jejak-jejak peninggalan manusia dari masa lampau menunjukkan bahwa seni tumbuh dan berkembang sejajar dengan perkembangan manusia itu sendiri.
Menurut Ensiklopedia Indonesia, pengertian seni adalah penciptaan segala hal atau benda yang karena keindahan bentuknya orang senang melihat atau mendengarnya. Namun tidak semua keindahan (estetika) itu selalu bernilai seni (artistik), karena kenyataannya tidak semua yang indah itu bernilai seni. Banyak keindahan keindahan yang tidak termasuk dalam karya seni, contoh misalnya keindahan pegunungan, pantai dan masih banyak yang lain.
Keindahan seni adalah keindahan yang diciptakan manusia. Keindahan di luar ciptaan manusia tidak termasuk keindahan yang bernilai seni, misalnya keindahan pantai di Bali, keindahan Gunung Bromo, dan keindahan seekor burung merak. Jadi, seni merupakan ciptaan manusia yang memiliki keindahan.
Bermacam jenis seni, antara lain seni tari, seni musik, seni teater, dan seni rupa. Seni rupa adalah hasil karya ciptaan manusia, baik berbentuk dua dimensi maupun tiga dimensi yang mengandung atau memiliki nilai keindahan yang diwujudkan dalam bentuk rupa.

Seni rupa ditinjau dari segi fungsinya dibagi menjadi dua kategori yaitu

  1. Seni rupa murni (fine art), yaitu karya seni yang hanya untuk dinikmati nilai keindahannya saja. Karya seni ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan batiniah. Seni rupa murni banyak ditemukan pada cabang seni grafika, seni lukis, dan seni patung.
  2. Seni rupa terapan (applied art), yaitu seni rupa yang memiliki nilai kegunaan (fungsional) sekaligus memiliki nilai seni. Karya seni ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan praktis atau memenuhi kebutuhan sehari-hari secara materi, misalnya furnitur, tekstil, dan keramik.
Berbeda dengan yang diulas di id.wikipedia.org yang cenderung membagi senirupa kedalam 3 kategori yaitu, seni murni, seni kriya dan seni desain.

Berdasarkan wujud fisiknya, karya seni rupa dapat digolongkan menjadi dua kategori, yaitu.

  1. Karya seni rupa dua dimensi atau biasa disebut Dwimatra. Karya seni rupa dua dimensi, yaitu karya seni rupa yang mempunyai ukuran panjang dan lebar saja dan hanya bisa dilihat dari satu arah. contoh karya senirupa 2 dimensi untuk seni murni adalah lukisan ( paintings ), dan contoh senirupa 2 dimensi untuk seni terapan yaitu : wayang kulit, tenun, dan batik.
  2. Karya seni rupa tiga dimensi atau biasa disebut Trimatra, yaitu karya seni rupa yang memiliki panjang, lebar dan ruang yang dapat dilihat dari segala arah dan memiliki volume (ruang). cotoh karya senirupa 3 dimensi ini banyak dijumpai pada karya senirupa terapan seperti, rumah adat, senjata tradisional, kriya,  sedangkan untuk bidang seni murni bisa dijumpai pada seni patung dan seni instalasi.
senirupa

Ditulis Oleh : faiqah azzahrah | Title: SENI RUPA

2 komentar:

  1. tolong di masukan juga konsep seni rupa dua dimensi ya . trims :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudx konsep gmana dinda?,.. saya kira diatas sudah cukup djadikan konsep senirupa 2 dimensi yaitu komponennya memiliki panjang dan lebar saja, kemudian ciri-cirinya hanya bisa dilihat dari satu arah,.
      sory ya, ai juga masih blajar nech,.. salam senirupa

      Hapus

Jika ada masalah, kami harap agar membaca dulu komentar yang masuk, barangkali aja masalah anda sudah kami jawab, sebab kami tidak akan menjawab lagi komentar dengan permasalahan yang sama... salam

 
Support : Google.com | Yahoo.com | Bing.com | Baidu.com
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2012. SENI RUPA - All Rights Reserved
Bukan Sekedar Apa Yang Terlihat, Tapi Hayati Apa Yang Tersirat